Sentani. Minuman keras (Miras) salah satu faktor yang telah merusak generasi muda Bangsa Indonesia terutama di tanah Papua, karena bisa menghilangkan nyawa, dan merusak kesehatan, juga bisa berurusan dengan hukum.

Atas dasar itu, Mahasiswa S1 Keperawatan dan Mahasiswa Profesi Nurs STIKES Jayapura membuat video iklan layanan masyarakat, salah satunya tentang Miras, yang mana penyuluhannya di lakukan di Media Sosoal, dengan cara disebarkan melalui akun media sosial Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Nurs STIKES Jayapura, maupun akun pribadi dari masing-masing mahasiswa keperawatan STIKES Jayapura (21/Desember/2018) lalu.

Dalam hal ini Ns. Lisma Natalia BR. Sembiring, S.Kep selaku Dosen pengajar Laboratorium mengatakan, “persoalan Minuman keras (Miras) ini sudah mengancam masyarakat Papua terutama di kalangan remaja, perlu diketahui bersama bahwa bahaya miras sangatlah berisiko terjadinya komplikasi penyakit bagi yang mengkomsumsi di antaranya, dapat menyebabkan kerusakan otak sehingga dapat mengakibatkan penurunan otak hingga resiko depresi dan frustasi kian meningkat dan juga dapat menyebabkan liver membengkak. Untuk itu, selain mahasiswa, pemerintah dan juga siswa sekolah, peran media juga sangat penting dalam hal memberikan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat terlibat langsung dalam penyuluhan bahaya Miras”. Ujarnya saat di wawancarai di STIKES Jayapura.

Sementara, itu Andika Bayu Aji Selaku Ketua Tingkat Mahasiswa S1 Keperawatan Angkatan IX (Sembilan), sekaligus pengagas ide dalam pembuatan Video iklan layanan masyarakat yang di dukung penuh oleh STIKES Jayapura, mengatakan "Di zaman yang serba digital ini kita harus bijak dalam penggunaan media sosial. Media sosial bukan hanya tempat untuk berkomunikasi tetapi dapat juga kita gunakan untuk memberikan informasi yang berguna dan bermanfaat bagi banyak orang, salah satunya penyuluhan melalui video iklan layanan masyarakat, maka dari itu saya mengajak teman-teman mahasiswa S1 keperawatan dan juga Mahasiswa Profesi Nurs untuk sama-sama membut video iklan layanan masyarakat tentang Miras yang telah kami buat dan kami uploade di media sosial seperti Facebook dan Youtube beberapa bulan yang lalu”. Ujarnya.

“Dengan melakukan penyuluhan di Media Sosial melalui video, saya harap ini akan menjadi terobosan terbaru yang nantinya akan dimiliki STIKES Jayapura, yang mana dapat terus kita kembangkan dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam pelayanan pada masyarakat. Dan jugaakan menjadi salah satu cara kita untuk menuju sebuah perubahan yang lebih baik di era serba digital saat ini dan tentunya juga akan menunjang keunggulan kampus kedepannya, sekaligus mewujudkan Visi-Misi STIKES Jayapura. Pembuatan video iklan layanan masyarakat ini juga mampu melatih mahasiswa dalam pengembangan pembelajaran secara mandiri, sehingga mahasiswa kedepannya mampu memiliki potensi yang cerdas, inovatis dan juga kreatif” tambahnya.

Di tempat yang sama, Ardi A. Saputra, S.Kom selaku Wakil Ketua III bagian Kemahasiswaan STIKES Jayapura mengatakan, “saya sangat mendukung dengan ide kreatifitas Mahasiswa Keperawatan STIKES Jayapura yang membuat video iklan layanan masyarakat, karna masyarakat perlu tahu akan bahaya dan resiko meminum minuman Keras (Miras) dengan adanya penyuluhan sosialisasi yang dilakukan langsung kepada masyarakat maupun secara digital melalui video iklan layanan masyarakat seperti yang dibuat oleh Mahasiswa Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Nurs, sehingga masyarakat tahu dan tidak lagi mengkomsumsi miras. Saya juga berharap untuk pemerintah lebih mempertegas dan memperketat dalam pengawasan peredaran Miras di kalangan masyarakat di Papua” ujarnya.

“Dalam peraturan daerah provinsi papua nomor 15 tahun 2013 tentang pelarangan produksi, pengedaran dan penjualan minuman beralkohol, sudah sangatlah jelas bahwa telah dilarangnya peredaran Miras di tanah Papua, dan saya harap masyarakat juga untuk ikut serta dalam pengawasan bersama-sama pemerintah pusat maupun Daerah, untuk mewujudkan Papua Sehat, aman, damai, dan sejahtera”. tambahnya.